Identifikasi Artefak Etnomatematika (Candi Sambisari)
Inovasi pembelajaran matematika perlu terus dilakukan seiring perkembangan zaman. Salah satu cara melakukan inovasi pembelajaran matematika adalah dengan mengaitkan pembelajaran dengan dunia nyata yaitu menggunakan pendekatan budaya atau yang disebut dengan etnomatematika. Salah satu warisan kebudayaan di Yogyakarta yang dapat kita pelajari sebagai bahan ajar matematika adalah Candi Sambisari.
Untuk itu, saya melakukan observasi ke Candi Sambisari pada hari Minggu, 16 Februari 2020 untuk mengidentifikasi artefak yang dapat dikaitkan dengan pembelajaran matematika. Berikut ini adalah laporan hasil kuliah lapangan di Candi Sambisari.
Candi Sambisari merupakan candi sekitar abad ke-9 yang terletak di dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan arsitektur dan bentuk ornamen, Candi Sambisari memiliki kemiripan seperti Candi Prambanan yang berlatar belakang keagamaan bersifat Siwaistis. Terdapat patung-patung dewa Hindu dan terdapat Lingga-Yoni di dalam candi utama. Lingga adalah salah satu perwujudan dari dewa Siwa, sedangkan Yoni adalah perwujudan dari Sakti (Istri Siwa). Di depan candi induk terdapat tiga buah candi perwara. Perwara tengah berukuran 4,9 m x 4,8 m, perwara utara dan selatan berukuran 4,8 m x 4,8 m.
Laporan Kegiatan Pertama :
A. Identifikasi Artefak Etnomatematika
1. Site Etno : Candi Sambisari
2. Kegiatan : 16 Februari 2020 (satu kali)
3. Temuan :
a. Permukaan batu penyusun dinding candi berbentuk persegi panjang
b. Permukaan batu penyusun dinding candi bagian atas berbentuk segitiga
c. Tangga menuju candi berbentuk garis yang sejajar
d. Yoni di dalam candi induk berbentuk tabung
e. Permukaan bagian atas artefak di dalam candi perwara berbentuk lingkaran
B. Analisis Kompetensi Matematika dari Artefak
1. Permukaan batu penyusun dinding candi berbentuk persegi panjang
a. Untuk Kompetensi SMP kelas 7
b. KD : 3.11 Mengaitkan rumus keliling dan luas untuk berbagai jenis
segiempat (persegi, persegi panjang, belah-ketupat, jajargenjang,
trapesium, dan layang-layang) dan segitiga.
2. Permukaan batu penyusun dinding candi bagian atas berbentuk segitiga
a. Untuk Kompetensi SMP kelas 7
b. KD : 3.11 Mengaitkan rumus keliling dan luas untuk berbagai jenis
segiempat (persegi, persegi panjang, belah-ketupat, jajargenjang,
trapesium, dan layang-layang) dan segitiga.
3. Tangga menuju candi berbentuk garis yang sejajar
a. Untuk Kompetensi SMP kelas 7
b. KD : 3.10 Menganalisis hubungan antar sudut sebagai akibat dua
garis sejajar yang dipotong oleh garis transversal.
4. Yoni di dalam candi induk berbentuk tabung
a. Untuk Kompetensi SMP kelas 9
b. KD : 3.7 Membuat generalisasi luas permukaan dan volume berbagai
bangun ruang sisi lengkung (tabung, kerucut, dan bola).
5. Permukaan bagian atas artefak di dalam candi perwara berbentuk lingkaran
a. Untuk Kompetensi SMP kelas 8
b. KD : 3.7 Menjelaskan sudut pusat, sudut keliling, panjang busur dan luas
juring lingkaran, serta hubungannya.
C. Tabel Hubungan Antara Objek Artefak Kompetensi Matematika dan Sintaks
Pembelajaran
D. Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Etnomatematika
1. RPP
2. LKS
E. Simulasi/Praktek Pembelajaran dalam Bentuk Peer-Teaching


